Universal Media
Warga Loa Janan Tolak Pembangunan Sodetan untuk Atasi Banjir

Warga Loa Janan Tolak Pembangunan Sodetan untuk Atasi Banjir

23 Sep 2026 | Pemerintahan

SAMARINDA. Pemkot Samarinda terus mencari solusi mengatasi masalah banjir di Kota Tepian. Namun tak semua keputusan bisa diterima warganya.
Salah satunya terjadi di kawasan Loa Janan. Rencana pembukaan di Jalan Soekarno Hatta, Kilometer 2, Loa Janan Ulu, untuk mendukung pembangunan sodetan ditolak masyarakat karena dikhawatirkan menjadi pintu masuk tambahan aliran air ke Sungai Loa Janan.
Keresahan warga mencuat setelah alat berat disebut akan digunakan untuk membongkar akses jalan tersebut. Bagi masyarakat setempat, pembukaan jalan bukan sekadar persoalan akses, tetapi berkaitan langsung dengan kekhawatiran mereka terhadap kondisi Sungai Loa Janan ketika musim penghujan tiba.
Warga RT 08 Loa Janan Ulu, Sutaryo mengatakan, masyarakat sebelumnya telah memiliki kesepakatan bahwa jalan tersebut tidak dibuka sebelum ada kegiatan di Sungai Loa Janan. Namun, kesepakatan itu kini dipertanyakan setelah muncul kembali rencana pembukaan jalan.
“Kesepakatannya, jalan itu tidak akan dibuka sebelum ada kegiatan di Sungai Loa Janan. Rupanya ini dilanggar oleh Samarinda,” kata Sutaryo, Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, persoalan sodetan bukan hal baru. Masyarakat telah beberapa kali menyampaikan keberatan melalui rapat dengar pendapat (RDP). Namun, munculnya kembali rencana pembongkaran jalan membuat warga merasa kekhawatiran mereka belum mendapatkan jawaban yang jelas.
Sutaryo menegaskan, warga Loa Janan tidak bermaksud menghalangi upaya Pemkot Samarinda mengatasi banjir. Mereka memahami persoalan banjir di Samarinda membutuhkan solusi.
Namun, warga meminta solusi tersebut tidak membuat wilayah lain harus menanggung risiko baru.
“Kami paham masyarakat Samarinda ingin menyelesaikan akar permasalahan banjir. Cuma yang kami khawatirkan masalah baru dipindahkan ke Sungai Loa Janan,” ujarnya.
Kekhawatiran paling besar muncul ketika musim hujan. Warga menilai kondisi Sungai Loa Janan saat ini saja sudah menghadapi persoalan genangan ketika hujan berlangsung cukup lama.
Karena itu, tambahan debit air dari sodetan dikhawatirkan membuat kondisi semakin berat, terutama bagi permukiman yang berada di sepanjang bantaran sungai.
“Dampaknya lebih besar nantinya. Kita ini kalau musim penghujan, dua jam hujan saja sudah banjir. Apalagi kalau sodetan itu mengalirkan air ke Sungai Loa Janan, tentu akan menambah debit air,” tegasnya.
Warga pun meminta pembukaan jalan dan pekerjaan terkait sodetan tidak dilakukan terburu-buru sebelum ada kejelasan mengenai dampak terhadap Sungai Loa Janan dan masyarakat di sekitarnya.
Di sisi lain, anggota Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Kota Samarinda, Hambali Israni, mengatakan persoalan tersebut masih akan dikoordinasikan lebih lanjut.
Menurut Hambali, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara akan membawa persoalan tersebut dalam rapat internal. Hasil pembahasan kemudian akan menjadi dasar untuk menyampaikan surat kepada Gubernur Kalimantan Timur.
“Masih akan dibawa ke rapat dulu, kemudian bersurat ke gubernur,” ujar Hambali.
Untuk aktivitas pekerjaan di lokasi, Hambali menyebut pelaksana masih menunggu arahan lebih lanjut dari pimpinan.
“Kalau dari PPK-nya memberikan arahan sementara, nanti kami laporkan juga ke atasan. Apa keputusan atasan, itu yang akan kami laksanakan di lapangan,” tandasnya.
Kini warga Loa Janan memilih menunggu kejelasan. Mereka berharap penanganan banjir Samarinda tidak berubah menjadi persoalan baru bagi masyarakat yang tinggal di hilir. (**)